Monday, October 26, 2015

REFLECTIVE ESSAY KE MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN

REFLECTIVE ESSAY
BLOK CHARACTER BUILDING (CB)
KUNJUNGAN KE MONUMEN PANGLIMA BESAR
JENDERAL SOEDIRMAN
SEMESTER 1










RINDA BAGUS SAPUTRA
I1B015068






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
2015




Pada reflective essay yang Saya buat ini, Saya membuat reflective essay ini dengan menggunakan model model Gibbs yang memiliki 6 langkah agar mempermudahkannya dalam berefleksi.
1.      Description (mendeskripsikan atau gambaran tentang monumen pangsar)
Pada hari Kamis, 22 Oktober 2015, Saya berangkat kuliah pukul 06.20 WIB menuju kampus keperawatan. Di kampus masih banyak teman Saya yang belum pada berangkat. Sebelum Saya melewati gerbang kampus, terlihatlah 3 angkutan kota yang sedang berada diluar kampus. Kemudian Saya memanggil sopir angkutan tersebut untuk masuk ke kampus keperawatan dikarenakan mahasiswa angkatan 2015 termasuk Saya akan pergi ke Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman yang letaknya di Karang Lewas menggunakan angkutan kota untuk menuju ke monumen tersebut. Teman-teman dibariskan menurut kelompok masing-masing dan diabsen perkelompok. Setelah semua selesai absen dan angkutan kota sudah datang semua dengan total 7 angkutan kota, Saya dan teman-teman langsung berangkat ke tujuan. Sesampai disana Saya dan teman-teman dibagi perkelompok. Kelompok mahasiswa angkatan 2015 di jurusan keperawatan memiliki 8 kelompok. Kelompok 2,3,4, dan 7 masuk ke monumen sedangkan kelompok yang lain menunggu di luar monumen dikarenakan kapasitas orang yang masuk di monumen tersebut terbatas. Sembari menunggu kelompok yang lain selesai kelompok yang menunggu di luarpun bermain game dengan permainan ular sarung dan karet yang dibawa ke belakang menggunakan tepung dan sedotan untuk menghilangkan bosan. Saya bersyukur dalam permainan tersebut kelompok Saya yaitu kelompok 8 memenangkan game tersebut berturut-turut.
Setelah selesai bermain game kelompok yang menunggu di luarpun masuk ke monumen, karena kelompok yang tadi masuk ke monumen sudah keluar dari monumen. Saya dan kelompok lain dipandu oleh petugas instruktur yang bertugas di monumen tersebut. Instruktur memandu kelompok yang tersisa menjelaskan tentang perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Instruktur juga menjelaskan tentang gambar-gambar yang ada di monumen tersebut dan memperlihatkan semua gambar yang ada beserta penjelasannya. Setelah kelompok yang tersisa selesai, akhirnya semua kelompok bertemu kembali. Salah satu perwakilan kelompok mengambil snack dengan jumlah anggota kelompoknya untuk dibagikan ke anggotanya, begitupun dengan sopir-sopir dan dosen dibagikan snack oleh petugas konsumsi. Snack pun habis, seluruh sampah yang ada dibuang ke tempatnya untuk menjaga kebersihan monumen. Semua angkatan pun kembali ke angkutan untuk pulang kembali ke kampus keperawatan. Sesampainya di kampus keperawatan, Saya dan seluruh angkatan beristirahat untuk menunggu Lecture yang akan dilaksanakan 1 jam setelah istirahat.

2.      Feeling (perasaan yang dialami setelah mengikuti kegiatan tersebut)
Dari penjelasan demi penjelasan yang dijelaskan oleh Instruktur yang bekerja di monumen tersebut, Saya sangat tersentuh dengan perjuangan Jenderal Soedirman yang sangat berani dan pantang menyerah untuk mengusir penjajah yang menjajah bangsa Indonesia. Saya mengerti benar bahwa perjuangan beliau sangat berat. Saya merinding mendengar Instruktur menjelaskan tentang sejarah perjuangan beliau. Sampai sekarang pun Saya masih teringat sosok beliau yang menghadapi penjajah demi kemerdekaan Indonesia.

3.      Evaluation (mengevaluasi tentang kegiatan yang dialami)
Dari kegiatan kunjungan ke Monumen Pangsar Jenderal Soedirman, Saya sadar bahwa Saya belum bisa menjadi seperti Jenderal Soedirman. Tetapi Saya akan selalu berusaha untuk menjadi sosok seperti Jenderal Soedirman yang memiliki sifat yang bijaksana, pantang menyerah, cerdas, bertanggung jawab, berjiwa sosial dan lain-lain. Dalam kegiatan tersebut, Saya dan teman-teman sangat berantusias untuk menjadi pribadi seperti Jenderal Soedirman.

4.      Analyze (menganalisis kegiatan tersebut)
Dari kegiatan tersebut, ternyata dari gambar-gambar yang ada di Monumen Pangsar Jenderal Soedirman dapat menceritakan berbagai makna yang dialami oleh beliau. Selain itu, dari gambar tersebut, kita dapat lebih rinci mengetahui dan lebih mudah untuk mengetahui perjuangan jenderal kita. Gambar-gambar yang ada di monumen juga sangat indah dilihat dan bagus sekali dalam pembuatannya dan tekstur warnanya yang benar-benar dibuat dengan teliti dan kreatif oleh penggambarnya sampai kita tidak mengetahui cacat yang ada dalam gambar.

5.      Conclusion (kesimpulan)
Kesimpulannya, Saya mengetahui bahwa perjuangan yang dilakukan oleh pahwalan Indonesia benar-benar sangat gigih dan pantang menyerah untuk memerdekakan rakyat Indonesia agar terhindar dari penjajah. Mulai dari lahirnya, sekolahnya, hidupnya, perjuangannya, keadaannya, sangat jelas dan terperinci yang dijelaskan oleh Instrutur maupun yang ada pada monumen tersebut. Jenderal Soedirman memang pahlawan tanah air yang sampai saat ini masih dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia, karena beliau sangat antusias, pantang menyerah, dan rela berkoban dalam memerdekakan rakyat Indonesia.
6.      Action Plan (rencan kedepan)
Rencana kedepan Saya dari kegiatan yang telah Saya lalui bersama teman-teman dan dosen Saya. Saya akan mengubah diri Saya menjadi lebih baik lagi dan memiliki sifat yang dimiliki oleh Jenderal Soedirman. Saya dan teman-teman dan juga seluruh generasi bangsa Indonesia tidak akan lupa akan perjuangan beliau dalam memerdekakan bangsa Indonesia yaitu dengan cara menjadi generasi yang baik untuk Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang maju dan berkembang, menjadi negara yang makmur akan rakyatnya maupun negaranya.
Dari kegiatan tersebut juga ada dokumentasi yang telah Saya ambil dari kunjungan ke Monumen Jenderal Soedirman Diantaranya yaitu:








































Monday, March 10, 2014

Cara cepat, mudah, praktis dan simple membuat pcb

BAGI YANG MASIH PEMULA ATAU BEGINNER BISA MEMBACA ARTIKEL SAYA DIBAWAH INI, SILAHKAN DISIMAK;


CARA PRAKTIS MEMBUAT PCB 

Cara membuat PCB dibawah  ini menurut pengalaman saya adalah cara yang paling
praktis, selain biayanya sangat murah, hasilnya juga  tidak kalah menarik dan rapi
dibanding dengan cara menggunakan media Transfer Paper (original)  yang harganya
lumayan mahal atau Sablon dll yang barangkali akan lebih rumit.
bagi yang lain tidak ada salahnya untuk dijadikan sebagai alternatif.
Tips ini saya dapatkan dari seorang kawan dimilis elektronik, dan kebetulan sudah saya
coba beberapa model, termasuk  double side juga sangat memungkinkan dan ternyata
tidak terlalu jelek hasilnya.
Bahan-bahan dan peralatan yang harus disiapkan adalah :
1.  Printer Laser Jet (harus Tinta Toner) jika tidak ada bisa pakai mesin Foto Copy.
2.  Kertas bekas Kalender  dinding yang masih baik (tidak kusut/lecek)
3.  Papan PCB
4.  Kertas Ampelas (abrasive paper) No.P500 atau P600
5.  Setrika listrik
6.  Ferric Cloride
7.  Bor PCB
8.  Kikir (halus)
9.  Pisau (Cutter)
10.  Penggaris (stainless steel)
11.  Spidol kecil permanent (for OHP) produk SNOWMAN
12.  Komputer + Software PCB, tentunya… (hampir lupa..)
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
Gambar saya buat dengan software PCBExpress, ntah salah settingnya atau type printer,
ketika gambar telah di Print, hasilnya tidak sesuai dengan ukuran komponen, terutama IC,
misalkan IC dengan jumlah Pin DIP-14, akan menyusut +/- 1mm. Meskipun  sudah dicoba
dengan beberapa merk dan type printer namun tidak ada perubahan, sehingga dengan
terpaksa file gambar harus saya convert ke MODIF/TIF.
 Jika menggunakan  Software Trax Maker  atau yang lain hasilnya akan sesuai dengan
skala, cuma saya belum terbiasa… (karena gak punya kali..)
Bagi yang menggunakan Software PCBExpress, agar hasil gambar PCB sesuai dengan
skala ukuran komponen terutama IC, maka setting dibawah ini perlu diikuti :
•  Gambar dari Program PCBExpress disimpan/diprint dengan format MODIF
(Microsoft Office Document Image Writer) sehingga menghasilkan xxx.TIF (Tagged
Image File).
•  Kemudian File.TIF tersebut dibuka dengan program ACDSee.
•  Jalankan perintah Print-Æ Pilih Jenis Printer yg dipakai  Æ dan masuk ke
Preferences Æ Print Quality : High / Best Quality Æ Grayscale Printing Æ Page size
: A4 Æ Orientasi : Portrait  / Landscape Æ Printing Type : Scaled printing,
Scaling :  105% Æ press OK Æ Print Setup Æ Margin dibuat  0.00 (semua) Æ 
atur Size : Width : 8.27, High : 11.69  (A4) Æ press OK.
•  Jangan lupa kertas bekas Kalender yang  bakal dipakai untuk ngeprint  tentunya
disisi yang masih kosong, usahakan kertas  kalender dipilih yang masih bersih
termasuk tangan kita juga harus bersih lho… tunda dulu kalau mau nyemil goreng
pisang… (berminyak).
Kertas bekas kalender
•  Jika ragu ngeprint langsung ke kertas kalender, bisa dicoba dulu ke kertas biasa.
•  Jika printer Toner tidak ada, maka hasil print diatas kertas biasa yang tadi lalu di
Foto Copy, tapi hasil Foto Copynya (Target) harus diatas kertas Kalender.  
Mencetak langsung dengan Printer Toner akan lebih baik hasilnya.
•  Setelah ter-print ke kertas kalender dan memastikan tidak ada  trace yang putus, 
guntinglah gambar PCB tersebut kira-kira 2-3mm diluar  garis gambar.
•  Potong PCB dengan pisau Cutter seukuran gambar PCB yang baru saja di-print, lalu
kikir bagian tepi PCB agar tidak menonjol..sampai permukaanya rata dan tidak
tajam.
•  Ampelas seluruh permukaan PCB sambil dibasahi dengan air, lakukan proses
pengampelasan dengan cara  memutar searah jarum jam sampai bersih, lalu
keringkan. 
Lakukan pemolesan dengan kertas ampelas dengan
gerakan searah jarum jam, sambil disiram air sampai
permukaan PCB bersih.
Usahakan bekas goresan ampelas tidak begitu
nampak yang menandakan pemolesan berjalan
dengan “baik”.
•  Panaskan Setrika, jgn putar sampai penuh, kira-kira arah di jam 12 Æ 2.
•  Posisikan gambar PCB diatas papan PCB,  trace PCB (tinta Toner) menghadap ke
papan PCB (tembaga).
Posisi gambar menghadap ke PCB, dan usahakan permukaan meja setrika rata 
Kertas kalender ditutup dgn kertas polos
•  Diatas kertas kalender lapisi dengan kertas biasa, agar Text yg ada di kalender
tidak menempel ke permukaan Setrika.
•  Tekan Setrika agak kuat diatas kerta kalender yang sudah dilapisi dgn kertas biasa
tadi sampai kira-kira 30 detik sampai gambar menempel ke papan PCB dan lakukan
penggosokan secara merata ke permukaan yg lain.
•  Waktu yang diperlukan selama proses setrika +/- 3 menit, jangan sampai lebih dari
4 menit karena jika terlalu lama biasanya gambar akan melebar/pudar.
 •  Setelah kertas kalender menempel ke PCB lalu dinginkan papan PCB dengan cara
di-angin-anginkan, jangan sekali-kali langsung direndam ke air atau diblow dengan
udara dingin / AC, gambar (toner) bisa  terkelupas sewaktu masuk pada proses
selanjutnya.
•  Jika sudah benar-benar dingin, rendam papan PCB ke dalam air selama +/- 15 s/d
30 menit, tergantung dari tebal/tipisnya  kertas kalender, hingga kertas kalender
nampak basah pada permukaan bagian dalam, biasanya jika menggunakan kertas
kalender yang tipis… kertas akan terkelupas dengan sendirinya…. (terapung).
Setelah PCB dingin, masukan kedalam air
•  Kupas kertas kalender pelan-pelan dengan tangan sampai gambar/trace nampak,
lalu sedikit-demi sedikit bersihkan sisa-sisa kertas yang masih nempel dengan
bantuan Sikat Gigi bekas, terutama kertas yang nempel pada bagian lubang/pads
komponen dan diantara traces sampai bersih.
•  Jika terdapat trace yang terkelupas/putus, gunakan Spidol permanent untuk
membantu menyambungnya.
Pad / trace yang terkelupas, digambar ulang dgn spidol
•  Masukkan Ferric Cloride secukupnya ke dalam “nampan plastic” yg tidak dipakai
atau beli baru di  serba 6-ribu, Ferric Cloride paling tidak 1 (bungkus) kemasang
Rp.500,-  harga di Pekanbaru, dan masukkan air panas/hangat secukupnya +/-
100ml (1/2 gelas), sampai seluruhnya lebur dengan air, jangan lupa penutup
hidung (masker) dan sarung tangan plastic/karet. Kalau saya sih gak perlu… ☺ 
(jgn ditiru lho..)
•  Masukkan papan PCB kedalam larutan Ferric Cloride tadi, dan agar prosesnya lebih
cepat, bantu dengan cara menggoyang-goyang nampan, awass tumpah…
•  Sambil diamati jika papan PCB sudah seluruhnya lebur, maksudnya tembaga yang
tidak tertutup oleh gambar/toner, maka angkat papan PCB dan bersihkan dengan
air yang mengalir (air kran). •  Untuk membersihkan gambar/toner, gosokan ampelas pelan-pelan sambil disiram
air kran sampai benar-benar bersih.
•  Periksa kembali apakah terdapat trace yang putus.
 •  Bor papan PCB dengan mata Bor ukuran 0,8mm s/d 1mm.
•  Bersihkan papan PCB, lalu mulailah menyolder.
•  Setelah komponen tersolder seluruhnya, lakukan pengetesan, jika semuanya sudah
berfungsi dengan baik, segera lakukan penyemprotan papan PCB dengan Lacquer
produk PYLOX Clear128 atau produk   “rj”  (Acrylic Epoxy Spray Paint) harganya
sekitar Rp.14.500,- /kaleng (300cc). Tujuanya agar papan PCB tidak mudah Oxidasi
dan tampak mengkilap terus, syukur2 kalau ada PCB Varnis sebelum di Lacquer,
hasilnya akan lebih menarik.
•  Proses pengeringan  selama +/- 10menit… mulailah merakit dan SELESAI sudah.
•  Waktu yang dibutuhkan mulai dari proses Nge-Print sampai selesai Pelarutan
(Etching) +/- 30 menit.
•  Jadi, mulai sekarang jika ada kalender dinding yang udah  kadaluarsa sebaiknya
jangan dibuang…


Selamat Mencoba…:-D
Electrical Art © 2008 Template by:
SkinCorner